Tampilkan postingan dengan label Court Scandal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Court Scandal. Tampilkan semua postingan

Dihadang 8 Wanita Bugil, Eksekusi Tanah di Bojonegoro Dibatalkan

http://images.detik.com/content/2010/12/29/475/bugil-bjn-d.jpg 

Bojonegoro - Aksi bugil yang dilakukan 8 wanita menolak eksekusi tanah di Desa/Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro membuahkan hasil. Petugas Panitera PN Bojonegoro dengan pengamanan ratusan polisi, akhirnya batal mengeksekusi lahan seluas 4.000 meter yang selama ini ditempati oleh Sunoto dan keluarganya.

Dengan bujukan sejumlah polwan dari Polres Bojonegoro, ke-8 wanita yang sebelumnya telanjang bulat akhirnya bersedia kembali menutpi tubuhnya dengan selendang yang telah disiapkan polisi.

"Karena sudah diputuskan untuk dibatalkan, akhirnya kita bersedia pakai baju lagi,"
kata salah seorang wanita yang ikut dalam aksi bugil di lokasi, Rabu (29/12/2010).

Sementara negoisasi antara Sunoto selaku penghuni, perwakilan dari Djarkasi selaku pihak yang dimenangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro dengan difasilitasi oleh Kepala Desa (Kades) setempat, Khoirul Anam. Tak terkecuali Panitera dari PN dan petugas kepolisian ikut dalam negosiasi tersebut.

Demi keamanan, negoisasi dilanjutkan di Mapolsek Kepohbaru. Terlihat Sunoto bersama Agus (keluarganya), sedangkan Djarkasi diwakili oleh pengacaranya, Hasnomo.

Sementara hasil kesepakatan yang ada adalah eksekusi batal dilakukan. Namun, pihak Sunoto dan keluarga harus meninggalkan lokasi dalam waktu beberapa bulan ke depan. Tapi, kesepakatan tersebut masih dalam negosiasi dan belum ditandatangani oleh masing-masing pihak. (bdh/bdh)

sumber : surabaya.detik.com

Seorang Tentara Lesbian Mengirim Foto Topless Dirinya

Seorang tentara lesbian yang menggugat Departemen Pertahanan untuk diskriminasi seksual mengirim sms foto telanjang dada dari dirinya untuk teman-teman pria, pengadilan mendengar..

Lance Bombardier Kerry Fletcher, 31, mengambil foto dirinya setelah latihan olahraga dan mengirimkannya ke teman laki-laki untuk menunjukkan kepadanya bagaimana penampilannya.

Miss Fletcher mengaku dia secara seksual dilecehkan oleh seorang rekan laki-laki, yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan hukum, ketika dia sedang bekerja di kandang pada 40 Resimen Artileri di Royal Topcliffe, North Yorkshire.
Kerry Fletcher mengirim sms foto dirinya hanya memakai bikini bawah .
Selama pengadilan di Leeds, Equal Opportunities Tim Pemeriksa mengeluarkan pernyataan berdasarkan pendengaran sebelumnya yang mengatakan telah belajar, "bahwa tentara di unit telah menerima pesan foto pada telepon selular mereka dari Fletcher dan dalam foto ia mengekspos payudaranya .

'Fletcher menyatakan bahwa dia telah mengirimkan foto ke seorang teman laki-laki, atas permintaannya, dari dia di gimnasium setelah latihan. Foto digambarkan otot kencang, tapi juga termasuk payudaranya. "

Namun pernyataan itu menambahkan bahwa ia memiliki foto-foto lebih berani di telepon, yang dilihat oleh Staff Sersan Michael Kapur. 'Staf Sersan Kapur menjelaskan bahwa dia telah menunjukkan dia foto-foto dirinya sendiri, "katanya.

'Dia menyatakan bahwa beberapa foto-foto itu yang dari dirinya di hari libur mengenakan bikini, tetapi beberapa foto-foto-nya memperlihatkan payudaranya. "

HUKUM MATI GAYUS ATAU BUBARKAN SAJA REPUBLIK INI.....!!!



Wuih serem judul posting ini........?????!!! tapi apa mau dikata bosan, bosan dan bosan mendengar kasus-kasus mafia hukum plus oknum-oknum aparat goblok. Maaf kenapa kali ini saya kok agak kasar "ngomongnya" , capek hati ini, sakit hati ini mendengar kasus-kasus yang ada di tanah airku yang ku cinta ini. Itu pun yang terungkap, bisa jadi yang tidak terungkap lebih banyak lagi. Makanya nggak heran banyak gelandangan, orang miskin dan pengangguran di sekitar lingkunganku. Goblok sekali lagi Goblok aku mengumpat kepada diriku sendiri mengapa aku hanya seorang blogger  miskin dengan kantong cekak alias pas-pasan untuk beli sebungkus rokok yang menemaniku di depan komputer tidak bisa berbuat apa-apa. Dulu aku pikir ribuan blogger kelas kambing kaya diriku kalau posting kasus-kasus korupsi mungkin sedikit membantu membuat sanksi sosial para pelaku korupsi. Eh....ternyata boro-boro merasa menderita....ternyata para pelaku korupsi masih mandi uang, nyawer sama oknum aparat goblok, dan diperlakukan seperti seorang raja. Bisa jadi keluarga oknum aparat tadi, malam ini dengan bangganya sedang clubbing sekaligus mamerin mobil barunya kepada temen-temennya. Putus asa dah buat postingan kasus-kasus korupsi.....kayanya nggak ada gunanya lagi, mendingan mostingin model-model cantik......bisa menghibur hati ini dari pada mostingin si Gayus Goblok dan mahluk-mahluk sejenisnya. Goblok............ada kecoa masuk ke gelas kopiku............! tadinya kecoa itu mau kubunuh, tapi setelah kuamati kecoa tadi bukan pelaku korupsi.....kayanya kecoa satu ini kecoa jujur, mencuri kopiku sebatas kebutuhan perutnya. Seandainya Gayus Goblok yang mencuri kopiku ....KUBUNUH DIA !!!

Hah .. Gayus Sudah 68 Kali Keluar Tahanan .... !! Sakti Bener Dia..

Metrotvnews.com, Jakarta: Gayus...Gayus! Bekas pegawai Ditjen Pajak itu kini kembali bikin ulah. Dia memang lihai, apalagi disokong dengan duit miliaran rupiah di kantongnya.

Hukum seperti ada di tangannya. Usai membikin gempar dengan kasus penggelapan pajak ratusan miliar rupiah yang diotakinya, Gayus kini diduga menyogok 9 petugas Rutan Mako Brimob agar bebas pelesir ke mana-mana.

Nyatanya memang demikian. Pemilik nama lengkap Gayus Halomoan Tambunan itu belakangan diketahui sudah 68 kali keluar dari bui. Agar semua berjalan mulus, dia memberikan upeti Rp 370 juta kepada Kepala Rutan Komisaris Polisi Iwan Siswanto.

Sumber Metro TV yang tak ingin disebutkan namanya di Jakarta, Kamis (11/11), menuturkan, Gayus bisa leha-leha sejak Juli 2008. Terakhir dia kedapatan nonton turnamen tenis di Bali.

Tapi bukan Gayus saja yang berbuat demikian. Sumber Metro TV menambahkan, Susno Duadji dan Wiliardi Wiazard pun pernah melakukan hal yang sama. Susno pernah pelesir dengan menyogok petugas rutan Rp10 Juta.

Sementara Wiliardi memberi uang pelicin Rp15 juta. Bila ditotal, tambah sang suber, uang suap yang mengalir ke kantong Iwan cs lebih dari Rp 300 juta. Luar biasa!(**)

sumber

HUKUM MATI GAYUS..........................!

 

Ruhut: "Saya Kira Gayus Tambunan Harus Dihukum Mati"
Semua orang geregetan dengan ulah Gayus Tambunan yang masih saja menyuap saat di tahanan. Termasuk Anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul.
Ruhut geram dan meminta agar Gayus dihukum mati saja.

"Walaupun aset sudah disita, dia bisa mengancam menyanyi kepada mafia di luar kalau dia tidak dikasih uang. Kayaknya dia tidak merasa berdosa, saya kira Gayus harus dihukum mati biar tidak melakukan perbuatannya menyuap polisi lagi," ujar Ruhut kepada deetikcom, Sabtu (13/11/2010).

Ruhut meminta Gayus dihukum mati bukan tanpa sebab. Ruhut tak mau Gayus melenggang bebas dari tahanan karena membeli hukum.

"Apalagi saya lihat ada penilaian psikolog dia psikopat, itu kan bahaya, dia bias-bisa tidak dihukum dan bebas begitu saja," keluh Ruhut.

Ruhut kemudian berharap Polri terus mengembangkan kasus Gayus hingga mengarah ke sejumlah oknum di luar penjara yang terus mensuplai uang kepada Gayus. Menurut Ruhut, Gayus sudah menjadi sosok yang ditakuti di kalangan mafia pajak.

"Dalam kasus ini perlu dikembangkan, jangan Gayus tambunan sudah menjadi jagoan dia sudah merasa punya ATM dimana-mana yaitu orang yang bersekongkol dengan dia dalam penggelapan pajak," papar Ruhut.

Di internal Kepolisian, Ruhut mendorong agar terus dilakukan pembersihan. Ruhut curiga Gayus sudah menyuap sejumlah aparat Kepolisian.

"Oleh karena itu semua oknum yang terlibat dengan Gayus sampai petingginya di Kepolisian harus dihukum seberat-beratnya sampai dipecat karena sangat mencoreng citra penegakan hukum kita di tengah musibah," pinta Ruhut.

Kepada Kapolri, Ruhut meminta terus mendorong anak buahnya mengusut kepergian Gayus ke Bali. Menurut Ruhut, hal ini sangat mencoreng citra penegakan hukum di Indonesia.

"Saya yakin Kapolri tidak terlibat. Tapi saya minta Kapolri jemput bola usut ini," pungkasnya.

ZONAINDO.COM

Ternyata Gayus Ke Bali Berlibur Bersama 5 Orang Anggota Polisi

 
 
Mabes Polri serius menindaklanjuti dugaan Gayus Halomoan Tambunan yang pelesiran ke Bali saat meninggalkan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Informasi yang diperoleh penyidik, mantan pegawai Ditjen Pajak itu ”ditemani” lima petugas rutan selama berada di Pulau Dewata itu.

”Dia tidak pergi sendiri, tapi dikawal lima petugas rutan anak buah Kompol Iwan Siswanto (Kepala Rutan Mako Brimob, red),” ucap salah seorang sumber JPNN di lingkungan Mabes Polri, Sabtu (13/11). Sebagai imbalan, Gayus yang juga terdakwa kasus mafia pajak itu memberikan servis terbaik kepada lima petugas rutan Mako Brimob yang mengawalnya itu.

Tidak tanggung-tanggung fasilitas yang diberikan Gayus untuk lima polisi berpangkat bripda dan briptu itu selama di Bali. Untuk penginapan, mereka menginap di hotel yang sama dengan Gayus. Yakni Hotel Westin Nusa Dua Bali, yang termasuk kategori hotel bintang lima.

Bahkan, beberapa di antara lima petugas itu juga difasilitasi Gayus untuk menyaksikan pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010, di Nusa Dua, Bali. Di turnamen internasional itulah, sosok yang diyakini Gayus terbidik oleh kamera dua fotografer dari dua media cetak ibukota.

Untuk membuktikannya, penyidik Bareskrim Polri rencananya akan membawa lima petugas itu ke Bali, Senin (15/11) besok. Mereka akan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). “Rencananya kami akan bawa mereka ke Bali besok Senin,” kata sumber tadi.

Lima petugas itu merupakan bagian dari sembilan petugas Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Seperti diketahui, sembilan petugas rutan, termasuk Karutan Kompol Iwan Siswanto, menjadi tersangka karena menerima suap dari Gayus. Suap itu merupakan uang pelicin dari Gayus untuk bisa keluar rutan.

Penyidik akan membawa lima petugas rutan itu ke tempat-tempat yang dikunjungi saat bepergian ke Bali. Misalnya hotel, lokasi pertandingan tenis dan tempat-tempat lainnya. Sumber tadi menyebutkan, keikutsertaan lima petugas itu selain mengawal Gayus juga untuk membantu penyamaran suami Milana Anggraeni itu.

Lebih lanjut perwira menengah (pamen) ini menerangkan, pengawalan yang dilakukan petugas itu seizin Kepala Rutan Kompol Iwan Siswanto sejak Rabu (3/11). Namun, mereka tidak melaporkan bahwa tujuan kepergiannya ke Bali.
Hingga akhirnya, Sabtu (6/11), beredar foto Gayus yang sedang menyaksikan turnamen tenis di Bali. “Iwan bingung lihat foto Gayus pakai wig,” ucapnya..

Dia langsung memerintahkan anak buahnya pulang. Gayus pun dijemput di rumahnya di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara pada Sabtu malam. Tak tanggung-tanggung, yang menjemput Gayus adalah tim Densus 88 Anti Teror.

Bahkan sumber lain, masih di kalangan penyidik mengatakan, saking paniknya, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi mengeluarkan perintah tembak di tempat kepada Gayus. “Kalau sampai melebihi hari Sabtu pukul 00.00, Gayus tidak ketemu tembak di tempat,” ucapnya.

Dikonfirmasi mengenai rencana penyidik membawa lima tersangka itu ke Bali, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi belum mau membeberkannya.

“Belum. Belum, itu nanti,” kata Ito saat dihubungi jpnn, tadi malam.

Ito juga enggan memberikan keterangan tentang perkembangan penyidikan terkait dengan suap Gayus ke petugas rutan Mako Brimob. “Masih sama dengan penjelasan saya kemarin. Nanti saja biar disampaikan Kadiv Humas,” elak Ito yang mengaku masih menghadiri resepsi perkawinan lantas menutup telepon.

Dalam kesempatan sebelumnya, Ito membantah memberikan perintah tembak di tempat bagi Gayus. Namun perintahnya adalah upaya paksa terhadap Gayus.
KPK Ambil Alih Kasus

Di bagian lain, Mahkamah Konstitusi (MK) memberi usulan deadline dua minggu bagi Polri untuk merampungkan kasus dugaan praktik pelesiran Gayus itu. Jika tak ada hasil memuaskan dalam tenggang waktu itu, MK meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus tersebut.

”Ini kan masih empat hari. Jangan emosional dulu. Kita beri waktu dua minggulah. Setelah dua minggu, kita lihat hasilnya dan kita nilai bersama-sama,” ujar Ketua MK Mahfud MD di Jakarta, kemarin. Mahfud masih percaya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mampu merampungkannya.

Alasannya, kata Mahfud, Timur tidak tersandera oleh dosa-dosa masa lalu. Dia juga tidak sepakat bila masyarakat menyalahkan Timur. Sebab, jenderal polisi kelahiran Jombang itu adalah orang baru di elit korps Bhayangkara.

“Dia memang orang lama di kepolisian, tapi dia adalah orang baru di elit,” katanya.

KPK, kata Mahfud, memiliki kewenangan untuk mengambil alih. Dalam UU KPK disebutkan bahwa lembaga antikorupsi itu berwenang melakukan supervisi terhadap penegak hukum. ”Tapi kalau saya ketua KPK, saya ambil alih sekarang kasus itu,” katanya lantas terkekeh.

Menurut Mahfud, tindakan Gayus tersebut benar-benar mencedarai rasa keadilan masyarakat. Karena itu, dia meminta Gayus dihukum seberat-beratnya.

“Kalau bisa lebih seumur hidup. Orang-orang seperti itu yang merusak Indonesia. Waktu dia diwawancarai, hanya ketawa-ketawa seperti tak berdosa. Padahal jutaan orang dimiskinkan,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, rakyat Indonesia sangat dirugikan dengan sikap dan mental para koruptor seperti Gayus. “Ribuan orang dimiskinkan oleh dia. Orang-orang seperti itu tidak hanya dihukum berat, tapi juga harus dimiskinkan,” tegas Mahfud.

Menanggapi usulan itu, Wakil Ketua KPK M. Jasin mengatakan, pihaknya tidak akan begitu saja mengambil penyidikan kasus itu dari tangan kepolisian.

“Mengenai itu (penanganan kasus Gayus), KPK menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Ambil alih kasus itu harus ada syarat-syaratnya,” tulis pesan singkat Jasin kepada JPNN tadi malam.

Pengambilalihan perkara oleh KPK dari lembaga penegak hukum lainnya, lanjut Jasin, telah diatur dalam pasal 9 UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK. Dalam pasal tersebut, disebutkan bahwa suatu kasus bisa diambil alih lembaga superbodi itu jika proses penanganannya berlarut-larut tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Selain itu dalam pasal 9 huruf d dijelaskan, jika penangangan tindak pidana korupsi itu mengandung unsur korupsi, maka KPK juga bisa mengambil alihnya. (jpnn)

sumber

Ada Uang di Dalam Map Pengacara...(Indonesia Banget...!)

Berkas perkara RZ, tersangka penyebar video porno Ariel-Luna Maya-Cut Tari, Rabu petang (10/11) diserahkan Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri Bandung. Penyerahan itu diwarnai insiden jatuhnya map berkas yang dibawa pengacara tersangka yang didalamnya berisi banyak uang seratus ribuan...hehehe Indonesia Banget model beginian....





sumber : video.vivanews.com

Kisah Lucu Pak Camat Yang Menasihati Istri Gayus.


Ini adalah kisah dari seorang Camat Kelapa Gading yang cukup menggelikan. Membaca kisah ini rasanya seperti membaca sebuah cerita komedi. Berawal dari Camat Kelapa Gading Jupan Royter Tampubolon membantah kabar yang menyebutkan Milana Anggraeni atau Rani (istri tersangka Gayus Halomoan Tambunan) kini telah pindah kerja ke kantor Kecamatan Kelapa Gading. " Tidak benar itu. Dia belum bekerja di sini," kata Jupan saat dihubungi, pada hari Kamis tanggal 11 November 2010.
Namun Jupan mengakui, sekitar empat bulan yang lalu ada seorang perempuan menghadap dirinya untuk mutasi ke Kelapa Gading. Alasannya karena lokasi rumah perempuan itu berada di wilayah Kelapa Gading. "Waktu saya lihat curriculum vitae dia, ternyata bagus sekali. Nilai indeks prestasi dia  3,4. Dia juga lulusan Universitas Indonesia," kata Jupan.
Sewaktu wawancara, wanita itu bercerita telah mempunyai dua anak dan suaminya bekerja di Departemen Keuangan. Melihat daftar riwayat hidup yang baik, Jupan akhirnya menyetujui wanita yang disapa Rani itu untuk dipindahkan ke Kecamatan Kelapa Gading. "Posisi saya hanya memberikan rekomendasi, sedangkan yang memutuskan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta," ujar Jupan.
Setelah mendapat rekomendasi itu, Rani pun keluar dari ruang kerja Jupan. Beberapa saat kemudian, Jupan bertemu lagi dengan Rani. Saat bertemu itu, Jupan mencoba memberikan nasihat atau pesan moral kepada Rani. "Suami kamu kan bekerja di Departemen Keuangan, bilangin dia, jangan mudah tergoda uang seperti Gayus. Eh, ternyata Rani bilang, 'saya istri Gayus, Pak'," kata Jupan sambil tertawa mengenang  peristiwa itu.
Walau sedikit malu akibat perkataannya, Camat Jupan mengaku mencoba untuk profesional. "Saya langsung minta maaf. Tetapi saya bilang juga apa yang dilakukan Gayus tidak benar, dan saya tetap memberikan rekomendasi saya karena yang bermasalah adalah suami dia," ungkap Jupan..

editor:Opung, Glori K. Wadrianto;foto Jupan Royter:igading.com

Wah Perempuan Sangat Mirip Istri Gayus Tambunan Juga Tonton Tenis di Bali


Foto: Agus Susanto/Kompas & Facebook Milana Jakarta 

Di jajaran penonton tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010 yang digelar di Nusa Dua, Bali, ternyata tidak hanya ada laki-laki berwajah mirip Gayus Tambunan. Perempuan berwajah sang sangat mirip dengan Milana Anggraeni, istri Gayus, ternyata juga ikut menonton.

Hal itu terlihat dalam foto yang dilansir harian Kompas, Rabu (10/11/2010). Foto jepretan fotografer Agus Susanto itu mejeng di halaman empat harian nasional itu. Foto tersebut melengkapi sebuah berita berjudul '9 Polisi Dibebastugaskan'.

Dalam foto itu, perempuan yang sangat mirip dengan Milana itu berdiri di belakang pria yang mirip dengan suaminya, Gayus. Perempuan itu berkemeja kuning hitam dipadu topi hitam. Perempuan itu tampak memandang ke arah yang sama dengan pria mirip Gayus.

Sementara itu pria mirip Gayus terlihat berdiri sambil memegang ponselnya. Pria berkacamata itu terlihat sedang mengabadikan sesuatu dengan handphone. Pria mirip Gayus itu terlihat serius.

Apakah perempuan bertopi itu benar-benar Milana? Belum bisa dipastikan. Namun dari foto Milana yang dimiliki detikcom, wajah perempuan dalam foto itu memang sangat mirip dengan foto Milana..

Sedangkan Gayus, hingga kini masih membantah pria tersebut adalah dirinya. Sebelumnya, Gayus menegaskan tidak pernah keluar dari sel. Namun hari ini, Gayus meralat omongannya dan mengakui dirinya memang sempat keluar dari tahanan untuk berobat.

Lantas bagaimana dengan keberadaannya di Bali pada pertandingan semifinal tenis Commonwealth pada Jumat (5/11/2010)? Hingga kini, Gayus masih tetap membantah.
(ken/asy) 

detiknews.com

Gayus Tambunan di Bali, Mirip Atau Beneran Ya ..??!..

Pria mirip Gayus Tambunan (Foto: Jakarta Globe)
http://hanyaberita.com/wp-content/uploads/2010/11/gayus-tambunan.jpg

Gayus Tambunan yang kini tengah menjalani masa tahanan di Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok diisukan bisa bebas berkeliaran.
Isu ini mulai mencuat saat sebuah media massa cetak, Jakarta Globe, menampilkan foto seorang pria mirip Gayus sedang menyaksikan pertandingan tenis di Nusa Dua, Bali.
Alhasil, foto itu kini menjadi pembicaraan hangat.
Lantas apa tanggapan Mabes Polri?
Mabes Polri ternyata belum dapat memastikan apakah betul pria yang ada di dalam foto itu yang mengenakan rambut palsu dan kacamata adalah benar Gayus Tambunan.
“Saya tidak tahu namun kalau memang benar (Gayus) akan kita kroscek dulu termasuk pesawat yang digunakan. Kalau ke Bali kita akan cek pesawatnya, ke Bali itu untuk kepentingan apa,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (8/11/2010).
Sementara, soal isu kaburnya Gayus Sabtu kemarin, Iskandar mengatakan, pihaknya masih belum dapat mengetahui hasilnya.
“Karena pemeriksaan sendiri masih berlangsung dan belum dapat kita sampaikan. Namun pihak kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Sampai sekarang masih terbatas sekali,” ujarnya.
Iskandar menambahkan, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi telah menurunkan perintah untuk segera mengkroscek soal isu kaburnya Gayus tersebut.
Untuk diketahui, pada Sabtu 6 November lalu Gayus juga diisukan kabur dari Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok. Namun hal itu dibantah Mabes Polri dengan mengatakan bahwa Gayus hanya berobat ke luar dengan pengawalan dan sudah kembali pada malam harinya.
(lsi)

sumber: news.okezone.com

Kasus Pencurian Piring - Nenek Rasminah: Saya Dipaksa Mengaku

TANGERANG - Nenek Rasminah, pembantu rumah tangga yang disangka mencuri piring majikannya, Aisyah itu bersaksi bahwa dirinya dipaksa mengaku oleh penyidik, sehingga kasusnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.
Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (27/10/2010). Suasana haru menyelimuti persidangan Rasminah yang dicecar sejumlah pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim.

"Saya tidak mencuri Bapak. Itu semua bohong, fitnah. Itu tidak benar, tidak ada emas dan uang USD 20. Semua barang-barang itu saya dapatkan dari mantan suami Aisyah. Piring itu boleh dikasih. Buntut sapinya juga boleh dikasih," ungkap Rasminah sambil menangis disaksikan Astuti, puterinya.

Nenek 60 tahun itu juga menjelaskan, saat diperiksa di Polsek Metro Ciputat, dirinya dipaksa mengaku mencuri oleh penyidik. "Udah kamu mengaku saja dari pada nanti susah," ucap Rasminah menirukan ucapan petugas.

Setelah dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Rasminah mengaku, berkas tersebut tidak boleh dia baca kembali namun langsung disuruh petugas membubuhkan cap jempol pada BAP yang telah dibuat.

"Saya tidak ngerti BAP. Saya tidak tahu isi BAP itu apa. Maaf majelis hakim, saya tidak bisa membaca dan menulis. Saya tidak pernah sekolah. Saya hanya disuruh memberikan cap jempol. Saya di BAP, tidak ditemani anak saya," jelas Rasminah sambil terus menangis.
(ded)


news.okezone.com

Cameron Todd Willingham menjadi pria pertama yang dinyatakan tidak bersalah setelah dihukum mati. Hukuman mati tersebut menjadi sejarah terburuk dalam pengadilan Amerika Serikat.

 Cameron Todd Willingham menjadi pria pertama yang dinyatakan tidak bersalah setelah dihukum mati. Hukuman mati tersebut menjadi sejarah terburuk dalam pengadilan Amerika Serikat.

 

Sastrality.com - Pengadilan Amerika Serikat (AS) di Texas, melakukan kesalahan besar dengan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria pada 1991 silam. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pria tersebut tidak bersalah sama sekali.

Hakim Charlie Baird memimpin sidang guna memutuskan bukti yang diajukan dalam sidang terhadap Cameron Todd Willingham. Willingham sendiri dieksekusi mati pada 2004 setelah berkali-kali mengajukan banding, namun ditolak.


Jika dalam pemeriksaan ulang bukti atas kasus Willingham memang salah, maka pria yang dituduh melakukan pembakaran disengaja tersebut menjadi pria pertama yang dinyatakan tidak bersalah setelah dihukum mati. Ini merupakan sejarah terburuk dalam era pengadilan modern AS.


Ahli forensik John Lentini, yang memeriksa kasus pembakaran menyatakan, investigasi atas kasus Willingham didasarkan atas pemeriksaan forensik yang belum disetujui sama sekali.

Pada 2004, saat Willingham dieksekusi diketahui amat luas jika teknik dan asumsi atas kasus pria ini amat invalid.


"Pemeriksaannya (Willingham) bahkan tidak memenuhi standar tahun 1991," ungkap Lentini seperti dikutip AFP, Jumat (15/10/2010).


Pihak pengacara yang mewakili keluarga Willingham juga memanggil Bruce Hurst, seorang ahli forensik yang mengajukan laporan pada 2004 atas kasus ini. Laporan itu mempertanyakan hukuman mati yang dijadikan kepada Willingham.

Sementara Gubernur Texas Rick Perry menolak untuk membatalkan eksekusi terhadap Willingham meskipun Hurst mengajukan laporan serta bukti yang membantah keterlibatan pria itu. 

witho-sang-pembual.blogspot.com
 

Photos in Judge Sex Scandal Ordered Returned

CBC News
A Court of Queen's Bench justice has ordered a Winnipeg man to return sexually explicit pictures of a prominent Manitoba judge to her lawyer husband.

Alex Chapman must give the materials back to Winnipeg lawyer Jack King, Justice Joan McKelvey ruled Thursday.

The photos show King's wife, Associate Chief Justice of Manitoba Court of Queen's Bench Lori Douglas, naked and in various forms of bondage, with sex toys and performing oral sex.

Naked photographs of a senior Manitoba judge engaged in bondage are part of a man's complaints to legal watchdogs about the judge's past and that of her husband, CBC News has learned. The complainant, computer specialist Alexander Chapman, 44, alleges that his lawyer Douglas King harassed him in 2003 by pressing him to have sex with his wife, Lori Douglas, associate chief justice of Manitoba Court of Queen's Bench, who was a lawyer at the time.
 
Scroll up
 
Scroll down
http://xml.channel.aol.com/xmlpublisher/fetch.v2.xml?option=expand_relative_urls&dataUrlNodes=uiConfig,feedConfig,entry&id=583370&pid=583369&uts=1283516765
http://cdn.channel.aol.com/cs_feed_v1_6/csfeedwrapper.swf
Judge Embroiled in Sex Scandal
Naked photographs of a senior Manitoba judge engaged in bondage are part of a man's complaints to legal watchdogs about the judge's past and that of her husband, CBC News has learned. The complainant, computer specialist Alexander Chapman, 44, alleges that his lawyer Douglas King harassed him in 2003 by pressing him to have sex with his wife, Lori Douglas, associate chief justice of Manitoba Court of Queen's Bench, who was a lawyer at the time.
CBC News
AP

The Day in Photos

Oil boom barriers that are expected to stop the spread of oil from the BP Deepwater Horizon platform disaster, lies washed up on the beach after heavy swells and winds hit the coast of Louisiana on April 30, 2010. A giant oil slick threatened economic and environmental devastation as it closed in on Louisiana's vulnerable coast, prompting the US government to declare a national disaster. Louisiana governor Bobby Jindal declared a state of emergency and called for urgent help to prevent fragile wetlands and vital fishing communities along the coast from pollution on a massive scale. The wind started to strengthen and blow the 600-square-mile (1,550-square-kilometer) slick directly onto the coast, where a rich variety of wildlife were at risk in the maze of marshes that amounts to 40 percent of the US wetlands.
Dr. Erica Miller, left, and Danene Birtell with Tri-State Bird Rescue and Research work to help a Northern Gannet bird, normally white when full grown, which is covered in oil from a massive spill in the Gulf of Mexico, at a facility in Fort Jackson, La., Friday, April 30, 2010.
Members of the media photograph and film a car that crashed close to location of the launch of an election poster campaign, by British Prime Minister Gordon Brown, in Birmingham, central England on April 30, 2010. Brown and other senior members of his cabinet were in Birmingham for the launch of their party's final election campaign poster, prior to the May 6 general election.
French President Nicolas Sarkozy and his wife Carla Bruni-Sarkozy smile while visiting the 2010 World Expo, in Shanghai, China, Friday, April 30 2010.
Black smoke billows across the Toronto skyline after a fire erupted at the top of a downtown condo building Thursday, April 29, 2010.
Fisheries biologist Lyndsey Howell, right, and Shelley Harkness dig a grave in the sand for a dead Kemp's ridley turtle, foreground, Monday, April 26, 2010 in Bolivar Peninsula, Texas. The orange spray paint was put on the shell to identify the turtle. The number of strandings on these shores is double what scientists and volunteers normally see as the turtles begin nesting in April, says Howell, who patrols the beaches as part of her job with the National Oceanic and Atmospheric Administration.
Oil booms that were placed in preparation of the looming oil spill from last week's collapse and spill of the Deepwater Horizon oil rig are seen strewn along the shoreline from choppy seas in Port Eads, Thursday, April 29, 2010.
This April 28, 2010 image made from video released by the Deepwater Horizon Response Unified Command, shows an in situ burn in the Gulf of Mexico, in response to the oil spill after the explosion on the Deepwater Horizon.
Atletico Madrid's Diego Forlan celebrates after scoring against Liverpool during their Europa League semifinal second leg soccer match at Anfield Stadium, Liverpool, England, Thursday April 29, 2010.
Residents of Ottawa's Fallingbrook neighbourhood were unsettled to discover a series of break-ins involving women's undergarments have now been linked to Col. Russell Williams, left, the former air force base commander accused of killing two women. Courtney Cochrane, 29, right, says it's scary that the same person charged in a break-in at her parents house is also charged with two counts of murder.

On Wednesday, Chapman filed separate lawsuits against King, Douglas and a Winnipeg law firm Thompson Dorfman Sweatman where the couple were once partners.

In the statements of claim contained in the lawsuits, which are seeking $67 million in damages, Chapman claims he was harassed and suffered emotional distress when he was pressured to have sex with Douglas in 2003.

Chapman, who is black, alleges King pressured him to have sex with Douglas while he was handling his divorce and directed him to check out pictures of his wife posted on a website dedicated to interracial sex.

Chapman maintains that he never had sex with Douglas.

Photos of Douglas were removed from the website in 2003 but Chapman still has copies.

King's lawyer, Bill Gange, argued Thursday morning in provincial court that his client fears Chapman will take those copies and disseminate them on the internet.

He asked the court to order Chapman to return all copies of the photos, as well as emails and voice mails related to the case that he has in his possession.

McKelvey agreed and issued the order for Chapman to return the material.

Violates confidentiality: judge

For Chapman to have the material contravenes the Privacy Act and the confidentiality agreement that he signed with King, McKelvey ruled.

Chapman had filed a complaint to the managing partners at Thompson Dorfman Sweatman after his divorce proceedings were concluded. Soon after receiving the complaint, King left the firm.

He also paid Chapman $25,000 cash in return for a promise that legal action would not be taken against King and his partners.

As part of the settlement, Chapman was required to not speak about the matter and to destroy all emails, photos and other materials sent to him by King.

In a recent interview with CBC News, Chapman said he signed, but kept the material.

He provided copies of the material to the Canadian Judicial Council (CJC) as part of a complaint he filed in July against Douglas.

He also filed a complaint against King that same month with the Law Society of Manitoba, providing the materials in that instance as well.

McKelvey must still decide whether Chapman must retrieve and return all copies of that material as part of her order.

Temporarily relieved of duties

Douglas, who has declined to comment, saying it's a private matter, remained a partner at Thompson Dorfman Sweatman until 2005, when she was appointed to the Manitoba Court of Queen's Bench.

She has requested to be temporarily relieved of her duties as a sitting justice of the province's Court of Queen's Bench.

Queen's Bench Justice Marc Monnin said Wednesday that Douglas will "remain in her position in an administrative capacity" as the CJC investigates a complaint against her.

Douglas requested to be relieved "in the interests of the judiciary and of the court," Monnin said in an emailed statement.

Norman Sabourin, CJC executive director, said Wednesday it would take about three months to complete an investigation into Chapman's allegations.

The complaint will be investigated by a chief justice from outside Manitoba, Sabourin said, but if it's deemed serious enough, it could be heard at a public inquiry

Copyright: (C) Canadian Broadcasting Corporation, http://www.cbc.ca/aboutcbc/discover/termsofuse.html

Judge uses sex toy during trials

An American judge is facing unemployment after using a sex toy, a penis pump, in court.

Judge Donald Thompson
The 57-year-old judge, Donald Thompson, was seen doing something with his hands under his robes.

A police officer says he saw the judge pumping a tube between his legs. Other witnesses said they heard hissing noises.

Lisa Foster, a court clerk, says she saw the judge's penis at least 20 times because of his clumsy manouevrings.

The Creek County, Oklahoma judge said the sex toy, used to extend the penis, was a 'gag gift' from a friend.

The district attorney wants Donald Thompson sacked for his bad taste.

This judge is probably better off finding another career. A job that comes with a name tag and a broom would suit him better in my opinion.
source : http://www.stunning-stuff.com